Kawasan Industri Medan Kembali Diterjang Banjir, Dirut PT KIM Diminta Cari Solusi Cepat

Kawasan Industri Medan Kembali Diterjang Banjir, Dirut PT KIM Diminta Cari Solusi Cepat





Medan, 1 Oktober 2025 — Kawasan Industri Medan (KIM) kembali direndam banjir setelah diguyur hujan deras selama 2–3 jam. Pantauan di lapangan sekitar pukul 00.30 WIB menunjukkan genangan air setinggi lutut orang dewasa merendam sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan Jalan Pulau Nias Selatan KIM II. Akibatnya, ratusan kendaraan yang melintas terganggu, bahkan beberapa di antaranya mogok terendam banjir.





Buruknya infrastruktur jalan dan sistem drainase di bawah pengelolaan PT Kawasan Industri Medan (Persero) dinilai menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan bagi pengguna jalan maupun pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan tersebut.




Agus, salah seorang pengguna jalan yang kendaraannya mogok, mengaku heran dengan kinerja PT KIM Persero.


“Infrastruktur jalan dan drainase di sini tidak pernah dibersihkan. Sementara kutipan retribusi kendaraan tetap jalan. Heran, kok bisa dibiarkan seperti ini,” ujarnya dengan nada kesal.




Keluhan serupa juga disampaikan Mukmin (52), pekerja salah satu pabrik di KIM. Ia menuturkan bahwa setiap kali hujan turun, pekerja harus menanggung beban ganda: selain menjalankan tugas di pabrik, mereka juga harus membersihkan sisa lumpur dan kotoran banjir.



“Sudah lama pelaku usaha di KIM resah dengan banjir ini. Tapi sampai sekarang tidak jelas tindak lanjutnya,” katanya.




Kritik keras juga datang dari warga Medan Labuhan, AR Ahmad (50), yang mendesak Menteri BUMN Evaluasi Pengurus PT KIM Persero.



“Kinerja Pengurus PT KIM jelas tidak bagus. Setiap hujan, KIM pasti banjir. Genangannya bisa sampai 50 sentimeter. Ini sudah gambaran kegagalan membenahi infrastruktur. Menteri BUMN harus segera evaluasi pengurus KIM, jangan dipertahankan yang tidak bisa kerja,” tegasnya.



Masalah banjir di Kawasan Industri Medan bukan hal baru. Dari tahun ke tahun persoalan ini terus terjadi tanpa adanya solusi konkret. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan masyarakat dan pekerja, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran bisnis para investor yang beroperasi di KIM.



Ridwan, salah seorang pekerja di kawasan industri, menambahkan:



“Banjir ini sangat mengganggu aktivitas kami. Herannya, dari dulu sampai sekarang masalah ini tak pernah bisa diatasi.”




Masyarakat, pekerja, hingga pelaku usaha kini menunggu langkah cepat PT KIM Persero. Jika tidak segera dibenahi, banjir berulang ini dikhawatirkan semakin menurunkan kepercayaan investor terhadap Kawasan Industri Medan.



(TIM)

Posting Komentar

0 Komentar